AmalanIbadah Bulan Syaban dan Keutamaan Bulan Syaban - Bulan Syaban adalah bulan di antara Bulan Rajab dan Ramadhan yang merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat muslim.Sebab pada bulan Syaban amalan ibadah manusia diangkat kepada Allah SWT. Bulan Sya‘ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni
- Jangan hanya menjadikan 10 hari awal puasa sebagai momen atur waktu buka bersama. Ada deretan amalan yang bisa dikerjakan pada 10 hari pertama bulan Ramadan. Biasanya, 10 hari pertama menjadi momen yang cukup ringan untuk berpuasa, bila dibandingkan dengan sepuluh hari kedua atau sepuluh hari ketiga. Pasalnya, umat muslim masih dalam semangat tinggi menyambut datangnya bulan Ramadan. Namun, 10 hari pertama bulan Ramadan juga kerap menimbulkan dilema, karena ada perasaan takut ketika sudah "kalah" atau batal puasanya. Makanya, sebagian besar umat Muslim meninggalkan banyak kegiatan agar tenaganya kuat sampai waktu berbuka datang. Lalu ketika malam hari, umat Muslim juga biasanya masih beradaptasi dengan waktu istirahat. Ketika harus menyiapkan sahur, tentu saja ada waktu tidur yang harus diadaptasi, baik itu dengan tidur lebih awal atau pada siang hari. Baca Juga Viral! CEO Sambal Bakar Tuding Penjaga Warung di NTT Tak Jujur Meski HP yang Ketinggalan Dikembalikan Mengutip NU Online, berikut ini keistimewaan sepuluh hari pertama pada bulan Ramadan, yang menurut ahli tafsir disinggung keberadaannya pada ayat dalam Al Quran, serta beberapa hadits. Tulisan Latin Al Fajr ayat 1-2 wal-Fajr, wa Layaliin asyr Artinya Demi fajar, demi malam yang sepuluh Baca Juga Kapan Puasa Arafah 2023? Ini Jadwal Berpuasa Sebelum Idul Adha Dalam tafsir Kemenag RI, ayat ini menjelaskan tentang keistimewaan pada 10 hari pertama bulan Ramadan. 10 hari ini menjadi waktu yang sangat dimuliakan ketika beramal. Tafsir ini berpedoman pada hadits riwayat Al Bukhari dan Ibnu Abbas. Namun, ada pula pendapat bahwa maksud dari surat ini antara 10 hari pertama bulan Muharram atau sepuluh hari pertama bulan Ramadan atau sepuluh hari pertama setiap bulan. Tapi yang jelas, keistimewaan 10 hari pertama bukan saja ada pada hadits riwayat Al Bukhari dan Ibnu Abbas. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda "'Tak ada amal yang lebih utama daripada yang dilakukan di hari hari ini.’ Para sahabat berkata Tidakkah jihad juga?’ Rasul menjawab Tidak juga jihad, kecuali seorang yang pergi memerangi musuh dengan jiwa dan hartanya kemudian kembali tanpa membawa apa pun’." Rasulullah SAW pun memberikan arahan mengenai amalan apa saja yang perlu dilakukan pada 10 hari pertama bulan Ramadan. Hal ini tertera dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda "Tiada hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal yang lebih Allah cintai bila dilakukan di hari itu daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah di dalamnya membaca Lailaha illa-Llah, Allahu kbar dan alhamdulillah.”
DiantaraAmalan Para 'Arifin (Wali Allah) pada awal malam bulan Ramadhan adalah membaca surat Al Fath ينبغي في أول ليلة من شهر رمضان : أن نصلي أربع
Jakarta Umat muslim di seluruh dunia, sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadan. Dalam menyambut bulan suci tersebut, ada kalanya umat muslim menyiapkan diri secara lahir maupun batin. Karena di dalamnya ada sebuah malam yang penuh dengan kemuliaan, yakni malam Lailatul Qadar. Catat Pertumbuhan Pesat di 2023, Lion Parcel Fokus Kembangkan Bisnis di Makassar Fesyen hingga Daun Bawang Laris Manis di Penjualan Online Selama Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 2023 Produk Rumah Tangga Paling Laris Dibeli di E-Commerce selama Ramadan 2023 Lailatul Qadar merupakan malam di mana seorang muslim berkesempatan mendapatkan keberkahan dan pahala bernilai seribu bulan. Siapa saja yang berdoa dan meminta kepada Allah SWT pada malam Lailatul Qadar akan dikabulkan permintaannya. Tak hanya itu, Allah juga akan menggugurkan segala dosa yang pernah dibuatnya selama ini. "Barang siapa melaksanakan salat malam di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." HR. Bukhari. Dalam rangka menyambut keistimewaan bulan suci Ramadan, seluruh umat muslim dapat melakukan amalan-amalan baik. Berikut 7 amalan penting untuk menyambut Ramadan, seperti dihimpun dari laman resmi 7 Amalan Penting Jelang Ramadan 1. Membaca doa-doa untuk menyambut kedatangan Ramadan. Di antaranya adalah doa berikut اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلغنَا رَمَضَانَ Artinya, "Ya Allah, Ya Allah berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan." HR Ahmad. اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً Artinya "Ya Allah, selamatkan aku hingga sampai Ramadan, dan selamatkan Ramadan untukku, dan terimalah Ramadan dariku dengan benar-benar diterima." Doa Yahya bin Abi Katsir dalam Hilyah. 2. Membaca doa ketika melihat hilal Ramadan. Di antaranya adalah doa berikut اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ Artinya, "Ya Allah, jadikanlah bulan Ramadhan ini membawa’ keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman bagi kami. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan." HR Ahmad dan At-Tirmidzi. Dalam ceramahnya saat tarawih pertama, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar, mengungkapkan jika di bulan suci Ramadan, diharapkan menjadi pereda suasana kebangsaan saat ini. 1Dibuka pintu rahmat. Pada 10 hari pertama di bulan Ramadan, Allah akan membuka pintu rahmat-Nya untuk setiap hamba yang melakukan puasa, dan dipandang sebagai seorang yang mulia karena menjalankan ibadah sejak awal. “Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”. - Berikut amalan 10 hari pertama Bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat, seperti yang diriwayatkan al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman yang juga diriwayatkan Ibn Khuzaimah dalam Sahih ibn Khuzaimah. “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.” Amalan 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan 1. Baca Al Quran Baca Juga Sederet Amalan Selama Puasa Sebelum Idul Adha 2023, Amalkan Agar Mendapat Berkah Membaca Al Quran hukumnya adalah sunnah, utamanya jika dilakukan di bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan hadist di bawah ini "Jibril alaihissalam mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Quran." HR. Bukhari dan Muslim 2. Mencari ilmu Amalan 10 hari pertama Bulan Ramadhan lainnya adalah mencari ilmu yang bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti baca Al Quran, melakukan sholawat Nabi atau berdzikir. 3. Sholat Tarawih, Sholat Witir dan Sholat Tahajud Baca Juga Beberkan Beragam Modus TPPO, Polri Tawaran PRT hingga Dijadikan PSK di Luar Negeri Hal yang tak bisa dipisahkan dari Bulan Ramadhan adalah melakukan sholat tarawih, tapi sebenarnya ada dua sholat lagi yang dianjurkan untuk dilakukan di Bulan Ramadhan yaitu sholat witir dan tahajud. 4. Memberi makanan untuk berbuka puasa Orang yang memberi makanan pada orang lain untuk berbuka puasa akan mendapat pahala yang besar, sebesar pahala orang yang diberi makanan, tanpa dikurangi. Hal ini sesuai hadist di bawah "Siapa yang memberi makan saat berbuka bagi orang yang puasa, maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya. HR At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaemah. 5. Perbanyak sedekah Bersedekah sangat baik dilakukan kapan saja, tapi di Bulan Ramadhan, hal ini sangat bagus diamalkan, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad pada Jibril as. "Adalah Rasulullah SAW orang yang sangat murah dengan sumbangan. Dan saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril." HR Bukhari dan Muslim 6. Umroh Melaksanakan umroh di Bulan Ramadhan sangat baik di mana keutamaannya disamakan dengan melakukan ibadah haji selain di Bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan riwayat Ibnu Abbas dalam Shahih Bukhari dan Muslim Rasulullah bersabda"Bila datang bulan Ramadhan, maka lakukanlah umroh. Karena umroh di bulan Ramadhan itu pahalanya menyamai haji." HR. Bukhari dan Muslim. Demikian amalan 10 hari pertama Bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat. Semoga informasi ini bermanfaat. Kontributor Rima Suliastini
Amalammalam pertama RAMADHAN agar terselamatkan/terpelihara oleh ALLAH SWT dari RAMADHAN tahun ini hingga RAMADHAN tahun berikutnya yaitu membaca surah AL F
loading...Suasana bulan Ramadhan di Masjid Nabawi Madinah. Foto/Ist Sabtu 23/4/2022 atau besok malam menurut kalender Hijriyah kita akan memasuki 10 hari terakhir Ramadhan 1443 H. Para ulama menyebutkan 10 hari terakhir Ramadhan merupakan fase ketiga yang dimaknai sebagai pembebasan dari api neraka itqum minannar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam SAW memberi perhatian khusus pada 10 hari terakhir Ramadhan ini. Beliau sangat bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir Ramadhan melebihi kesungguhan beribadah di selain malam tersebut. Baca Juga Selain menjalankan ibadah puasa, ada 9 Amalan terbaik pada 10 Hari terakhir Ramadhan. Berikut amalannya1. Menghidupkan Sholat Malam Qiyam RamadhanAmalan ini memiliki keutamaan besar sebagaimana diterangkan dalam Hadis berikut dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabdaمَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِArtinya "Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." HR. Bukhari 37 dan Muslim 759. Yang dimaksud Qiyam Ramadhan adalah sholat Tarawih sebagaimana yang dituturkan Imam An-Nawawi. Syarh Muslim, 3/101Rasulullah SAW juga bersabda "Jika seseorang melakukan sholat Tarawih dan Witir bersama imam sampai selesai, niscaya dicatat baginya pahala sholat semalam suntuk." HR Abu Dawud, shahih2. Iktikaf atau Berdiam di MasjidIktikaf artinya berdiam diri di masjid melaksanakan ibadah. Nabi memerintahkan umatnya Iktikaf pada 10 Hari terakhir ini untuk meraih Lailatul Qadar. عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِArtinya "Dari Aisyah RA ia berkata bahwasanya Nabi biasa beriktikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beriktikaf setelah beliau wafat." HR Al-BukhariDari Anas mengatakan bahwa ia mendengar Nabi bersabda "Siapa yang beriktikaf sehari karena mengharapkan keridhoan Allah, maka Allah akan menjadikan tiga parit yang menghalanginya dari neraka. Setiap parit lebarnya melebihi dua ufuk langit." HR Thabrani dalam Ausath, Al-Baihaqi dan Hakim beliau mengatakan isnadnya shahih3. Tilawah Qur'anAmalan berikutnya adalah memperbanyak tilawah membaca Al-Qur'an. Amalan ini memiliki fadhillah luar biasa karena Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan. Salah satu keutamaan membaca Qur'an di bulan Ramadhan adalah dilipatgandakan pahalanya. Jika 1 huruf diganjar 10 kebaikan rahmat dari Allah, maka pada bulan Ramadhan, ganjarannya bisa mencapai 700 kali lipat. Dalam hadis Sahih disebutkan "Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Qur'an." HR Bukhari dan Muslim4. Istighfar dan TaubatRamadhan merupakan bulan pengampunan atas dosa-dosa. Salah satu amalan utama pada 10 hari terakhir ini adalah memperbanyak istighfar dan memperbaharui Taubat kepada Allah. Rasulullah meskipun manusia sempurna dan terpelihara dari dosa, Beliau selalu istighfar dan orang paling banyak memohon ampunan Allah. Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW bersabdaوَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةًArtinya "Demi Allah! Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali." HR Al-BukhariDalam riwayat lain, Beliau bersabda "Wahai sekalian manusia. Taubatlah beristigfar kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali." HR Muslim5. Memperbanyak SedekahBagi yang mengharapkan pahala berlipat dan pembebasan dari api neraka, hendaknya memperbanyak sedekah pada 10 Hari terakhir ini. Rasulullah SAW orang yang sangat murah dengan sumbangan. Dan saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadhan. Beliau bersabda "Sedekah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan." HR. at-Tirmidzi مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
KEUTAMAAN10 HARI PERTAMA BULAN RAMADHAN. Dan sudah selayaknya lah kita memperbanyak amalan-amalan kita di bulan Ramadhan ini dengan tilawah Al-Quran, sholat taraweh, sholat tahajjud, sering bersedekah, dan segala amalan-amalan lainnya. Barang siapa yang melaksanakan sholat tarawih pada malam pertama Ramadhan, maka ia akan keluar dari
- Tahukah Anda bahwa 10 malam pertama Ramadhan memiliki nilai yang amat tinggi daripada malam-malam yang lain? Hal itu tercantum dalam hadits 10 malam pertama Ramadhan. Hadist tersebut salah satunya dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda "Awal bulan Ramadhan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar pembebasan dari api neraka." Keutamaan bulan Ramadhan dibagi menjadi tiga antara lain hari rahmat, hari ampunan, dan hari terbebas dari api neraka. Khusus mengenai hari 10 malam pertama Ramadhan, ada hadist khusus yang membicarakannya. Baca Juga Pengakuan Muksin Kesetanan Robek Kemaluan Istri Bulan Ramadhan Nol Jatah, Nggak Mungkin Tahan Aku Maknanya ialah pada 10 hari pertama Ramadhan, Allah membuka pintu Rahmat-Nya untuk setiap hamba yang dapat melakukan puasa dengan baik dan dipandang sebagai seorang mulia karena menjalankan ibadah sejak awal. Keutamaan 10 Malam Pertama Ramadhan Lebih jauh, mari kita bahas makna hadist 10 malam pertama Ramadhan di atas yang mengandung banyak makna dan manfaat kepada umat muslim yang melaksanakan puasa tanpa masalah. Berikut keutamaan / makna utama dari hadits 10 malam pertama Ramadhan. Siapa saja yang dapat menjalankan puasa di sepuluh malam pertama Ramadhan, dia menjadi sosok yang mulia di mata Allah sejak awal karena menjalankan siapa yang dapat menjalankannya akan mendapatkan keberuntungan. Hal itu disampaikan pula dalam hadis riwayat Tafsir Ibnu Katsir berikut iniSetiap perintah dalam Al-Qur'an pasti mengandung kebaikan, kemaslahatan, keberuntungan, manfaat, keindahan, keberkahan. Sedangkan setiap larangan dalam Al-Qur'an pasti mengandung kerugian, kebinasaan, kehancuran, dari hal-hal buruk karean selama menjalankan ibadah puasa, secara otomatis Anda akan menjauhi hal-hal buruk supaya puasa Anda mendatangkan kebaikan kepada Anda sejak 10 hari pertama sama dengan membantu diri Anda membentengi diri sendiri dari perbuatan maksiatDan jika Anda membaca Al-Qur'an selama 10 malam pertama Ramadhan dan seterusnya secara istiqomah, akan membuat Anda semakin dekat dengan rahasia penciptaan Allah SWT. Anjuran untuk membaca Al-Qur'an selama bulan Ramadhan juga tertera dalam firman Allah sebagai berikut"Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan adalah tadarus Al-Qur'an. Tadarus Al-Qur'an berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadhan." QS. Al Baqarah ayat 185.Demikian uraian singkat tentang hadits 10 malam pertama Ramadhan yang ternyata mengandung suatu nilai yang sangat besar dan luhur bagi kekuatan spiritual umat muslim yang menjalankannya dengan istiqomah. Selamat menjalankan ibadah puasa 2021. Kontributor Mutaya Saroh Baca Juga Virgoun Minta Ibadah Ranjang dengan Inara Rusli di Siang Hari Bulan Ramadhan?
RamadhanMubarak. Berita Ramadhan. Ramadan 2022 3 Amalan di Malam Pertama Menyambut Bulan Ramadan, Insya Allah Selama Puasa tak Merasa Haus & Lapar Selama bulan suci Ramadan, banyak sekali amalan yang dianjurkan agar mendapat pahala atau fadhilah lainnya. Kamis, 31 Maret 2022 17:28 WIB.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID uZ7hDTvlc5QbfjNWGxknro9doGCE5MBftbnMeick0ZNoqbAYzY3AzQ==
BacaJuga: Prediksi Tebak Judul Lagu Top 7, X Factor Indonesia 2022 Malam Ini. 1. Niat menyambut bulan Ramadhan. Niat menjadi hal terpenting karena merupakan amalan yang berasal dari hati. Dengan memiliki niat yang bersih dan gembira dalam menyambut bulan Ramadhan maka dapat menjauhkan diri dari api neraka.
Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan di antara bulan lainnya. Seluruh amal baik yang dilakukan pada bulan ini niscaya akan mendapatkan balasan berlipat ganda dan lebih baik. Oleh karenanya, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan serta menjauhi ini tiga amalan yang dapat dilakukan tatkala memasuki malam pertama bulan RamadhanBerdoa Saat Melihat Hilal dan Membaca Surat Al-MulkAmalan yang pertama ketika memasuki malam pertama bulan Ramadhan ialah berdoa saat melihat hilal dan memasuki awal bulan Ramadhan sehingga doa ini tidak terkhusus saat melihat hilal saja, kemudian membaca surat Abu Bakr Syatha Ad-Dimyati w. 1302 H dalam kitab Hasyiyah I’anah At-Thalibin menjelaskanفَائِدَةٌ فِيْ مُسْنَدِ الْدَّارِمِيْ وَصَحِيْحِ ابْنِ حِبَّانْ أَنَّ الْنَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَأَنْ يَقُوْلُ عِنْدَ رُؤْيَةُ الْهِلاَلِArtinya “Faidah Dalam kitab Musnad Ad-Darimi dan Shahih Ibn Hibban disebutkan bahwa Nabi Saw. tatkala melihat hilal beliau berdo’aاللهم أَهَّلَهُ عَلَيْنَا بِالْأَمَّنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالسَّلاَمِ وَالْإِسْلاَمِ، وَالْتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. رَبَّنَا وَرَبَّكَ اللهُAllahumma Ahallahu alaina bil aman wal iman, was salam wal Islam, wat taufiqi lima tuhibbuhu wa tardhahu. Rabbana wa “Ya Allah pertemukan bulan ini dengan kami dalam keadaan aman, iman, keselamatan dan Islam Tuhanku dan Tuhanmu Hilal adalah Allah.” At-Turmudzi, ia menilainya hasanLantas, setelahnya disunahkan membaca surat Al-Mulk, sebagaimana dijelaskan dalam Hasyiyah I’anah At-Thalibinوَيُسَنُّ أَنْ يَقْرَأَ بَعْدَ ذَلِكَ سُوْرَةُ تَبَارَكَ، لِأَثَرٍ فِيْهِ، وَلِأَنَّهَا الْمُنْجِيَّةُ الْوَاقِيَّةُ قَالَ السُّبْكِيُ وَكَأَنَّ ذَلِكَ لِأَنَّهَا ثَلاَثُوْنَ آيَةً بِعَدَدِ أَيَّامِ الْشَّهْرِ، وَلِأَنَّ الْسَّكِيْنَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ قِرَاءَتِهَا. وَكَانَ – صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ – يَقْرَؤُهَا عِنْدَ الْنَّوْمِArtinya “Disunnahkan untuk membaca surat Al-Mulk setelah membaca doa di atas, sebab terdapat keterangan hadis dan atsar mengenai hal tersebut. Selain itu, membaca surat Al-Mulk adalah penyelamat sekaligus pelindung dari siksa kubur. Imam As-Subki berkata Hal tersebut karena surat Al-Mulk berisikan tiga puluh ayat seperti jumlah hari dalam sebulan, dan karena ketenangan akan turun saat membacanya, Nabi Saw. selalu membacanya saat hendak tidur.” Sayyid Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi, Hasyiyah I’anah At-Thalibin [Beirut Dar Al-Fikr], vol. 2, h. 247Melaksanakan Salat Sunah Mutlak dan Membaca Surat Al-FathAmalan selanjutnya, ialah melaksanakan shalat sunah mutlak sebanyak empat rakaat pada malam pertama bulan Ramadhan. Yang dimaksud dengan shalat sunah mutlak adalah shalat sunah yang dilakukan tanpa terikat oleh waktu dan sebab. Shalat sunnah bisa dilakukan dengan sekali salam atau dengan dua rakaat salam. Setiap rakaatnya membaca seperempat surat Al-Fath. Hal ini sebagaimana dikutip oleh Syekh Khatib Asy-Syirbini w. 977 H dalam Tafsirnyaيَنْبَغِيْ فِيْ أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ أَنْ نُصَلِيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ نَفْلاً مُطْلَقًا إِمَّا بِتَّشَهُدٍ وَاحِدٍ وَسَلاَمٍ وَاحِدٍ أَوْ كُلِ رَكْعَتَيْنِ بِذَاتِهَا وَنَقْرَأُ فِيْ كُلِ رَكْعَةٍ مَقْرَأُ رُبْعٌ مِنْ سُوْرَةِ الْفَتْحِArtinya “Dianjurkan pada permulaan malam dari bulan Ramadhan untuk melaksanakan shalat sebanyak empat rakaat dengan pelaksanaan shalat sunah mutlak, baik dengan sekali salam atau dua rakaat salam. Pada setiap rakaatnya membaca seperempat dari surat Al-Fath.” Muhammad bin Ahmad Asy-Syirbini, As-Siraj Al-Munir [Kairo Mathba’ah Al-Amiriyah], vol. 4, h. 59Mengenai hal ini, mufasir terkemuka Imam Al-Qurthubi w. 671 H mengungkapkanوَقَالَ الْمَسْعُوْدِيُّ بَلَغَنِيْ أَنَّهُ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْفَتْحِ فِيْ أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فِيْ صَلَاةِ التَّطَوُّعِ حَفِظَهُ اللَّهُ ذَلِكَ الْعَامِArtinya “Imam Al-Mas’udi berkata Orang yang membaca surat Al-Fath dalam shalat sunnahnya pada malam pertama di bulan Ramadhan, maka Allah akan menjaganya pada tahun tersebut.” Syamsuddin Al-Qurthubi, Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an [Kairo Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah], vol. 16, h. 260Dalam riwayat lain dikatakanأَنَّ مَنْ صَلَّى فِيْ أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَرَأَ فِيْهَا سُوْرَةُ الْفَتْحِ مَرَّ عَامُهُ كُلُّهُ فِيْ غِنًى وَفِيْ رِوَايَةٍ مَرَّ عَامُهُ كُلُّهُ فِيْ خَيْرٍArtinya “Orang yang melaksanakan shalat sunah mutlak empat rakaat pada malam pertama di bulan Ramadhan, lantas membaca surat Al-Fath, maka ia akan melalui setahun penuh dalam kekayaan. Atau dalam riwayat yang lain akan melalui satu tahun yang penuh dalam kebaikan.” Muhammad bin Ahmad Asy-Syirbini, As-Siraj Al-Munir [Kairo Mathba’ah Al-Amiriyah], vol. 4, h. 59Adapun teknis pelaksanaan salat mutlak ialah dilakukan dengan cara berikutBerniat melaksanakan shalat sunah mutlakأُصَلِيْ سُنَةً رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَىUshallai sunnata rakataini lillahi ta’alaArtinya “Saya niat salat sunah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”Membaca surat Al-Fath dari sebagian Al-Qur’an dengan cara Rakaat pertama membaca ayat 1-10 surat Al-Fath, rakaat kedua membaca ayat 11-17 surat Al-Fath dan rakaat ketiga membaca ayat 18-26, kemudian pada rakaat keempat membaca ayat ke 27-29 surat Do’a Syekh Abdul Qadir Al-JailaniKemudian, saat memasuki malam pertama bulan Ramadhan juga dianjurkan untuk memperbanyak berdoa, di antaranya ialah doa yang dipanjatkan oleh Sulthon Al-Auliya Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani w. 561 Hاَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الصِّيَامِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقِيَامِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاِيْمَانِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقُرْأَنِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاَنْوَارِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمَغْفِرَةِ وَالْغُفْرَانِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الدَّرَجَاتِ وَالنَّجَاتِ مِنَ الدَّرَكَاتِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ التَّائِبِيْنَ الْعَابِدِيْنَ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْعَارِفِيْنَ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمُجْتَهِدِيْنَ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلأَمَانِ. كُنْتِ لِلْعَاصِيْنَ حَبْسًا وَلِلْمُتَّقِيْنَ اُنْسًا. اَلسَّلاَمُ عَلَى اْلقَنَادِيْلِ وَالْمَصَابِيْحِ الزَّاهِرَةِ وَالْعُيُوْنِ السَّاهِرَةِ وَالدُّمُوْعِ الْهَاطِلَةِ وَالْمَحَارِيْبِ الْمُتَعَطِّرَةِ وَاْلعَبَرَاتِ الْمُنْسَكِبَةِ الْمُتَفَطِّرَةِ وَاْلاَنْفَاسِ الصَّاعِدَةِ مِنَ الْقُلُوْبِ الْمُحْتَقِرَةِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ قَبِلْتَ صِيَامَهُمْ وَصَلاَتَهُمْ وَبَدَّلْتَ سَيِّئاَتِهِ بِحَسَنَاتِهِ. وَاَدْخَلْتَهُ بِرَحْمَتِكَ فِى جَنَّاتِكَ. وَرَفَعْتَ دَرَجَاتِهِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الراَّحِمِيْنَArtinya “Salam bagimu wahai bulan Ramadhan Salam bagimu wahai bulan qiyam bulan untuk mendirikan sholat tarawih Salam bagimu wahai bulan iman. Salam bagimu wahai bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Salam bagimu wahai bulan yang penuh cahaya. Salam bagimu wahai bulan yang penuh ampunan. Salam bagimu wahai bulan untuk menaikkan derajat dan keselamatan dari derajat yang rendah. Salam bagimu wahai bulan bagi orang-orang yang bertaubat dan ahli ibadah. Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang ma’rifat. Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang bersungguh-sungguh. Salam bagimu wahai bulan yang aman. Engkau adalah penjara bagi orang-orang yang melakukan maksiat dan kesenangan bagi orang-orang yang bertakwa. Salam bagi pelita yang bersinar, mata-mata yang terjaga, air mata yang terus menetes, mihrab-mihrab yang semerbak mewangi, airmata yang tumpah, dan nafas-nafas yang naik dari hati yang hina. Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau terima puasa dan sholatnya, yang Engkau ganti kejelekannya dengan kebaikan, yang Engkau masukkan ke dalam surgaMu dengan rahmatMu, dan yang Engkau angkat derajatnya dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Asih.” Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, Al-Ghunyah li Tholibi Thoriq Al-Haq [Beirut Dar Al-Kutub Ilmiah], h. 27Wallahu a’lam.

BulanMuharram adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keistimewaan. Allah SWT menganjurkan kita untuk memperbanyak amalan-amalan di bulan ini. Setiap amalan yang kita lakukan pada bulan Muharram, akan dilipatgandakan oleh Allah SWT, salah satunya adalah melakukan amalan puasa sunnah. Disebutkan dalam hadits riwayat

Jakarta - Sebagai umat muslim, bulan suci Ramadan merupakan momentum untuk mengumpulkan pahala sebanyak banyaknya. Mengerjakan amalan- amalan baik di bulan Ramadan akan memperoleh ganjaran pahala yang tiada tara dari Allah apa saja amalan amalan tersebut? Mengutip dari NU Online, berikut merupakan 5 amalan di bulan Ramadan sesuai sunah Rasul1. Menyegerakan waktu berbukaAmalan yang pertama yaitu, menyegerakan waktu berbuka dan tidak menunda-nunda. Saat azan Maghrib berkumandang, hendaklah kita segera membatalkan Rasulullah SAW juga menyarankan untuk berbuka dengan kurma dan air putih. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,"Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan," HR Abu Dawud.2. Perbanyak sedekahMelakukan ibadah puasa merupakan amalan wajib di bulan Ramadan. Orang yang berpuasa ada baiknya memperbanyak bisa dengan menyumbangkan uang atau dengan memberi makanan dan minuman untuk berbuka. Allah SWT menjanjikan ganjaran pahala bagi orang yang melakukan amalan tersebut, sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW"Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun." HR. Tirmidzi no. 807.3. Perbanyak membaca Al-Qur'anAmalan di bulan Ramadan selanjutnya yaitu perbanyak baca Al-Qur'an. Dengan tadarus, kita bisa mengkhatamkan Al-Qur' sering kita khatam di bulan suci Ramadan, maka semakin banyak ganjaran kebaikan dan pahala yang akan kita SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Tarmidzi, "Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan"4. Menjaga lisanMenjaga lisan sangat diperlukan saat bulan Ramadan. Terlebih, lisan dapat menjadi senjata mematikan, maka dari itu berkatalah yang baik baik dan berpuasa, menjaga lisan akan mencegah timbulnya dosa. Sebab, perkataan perkataan yang kurang baik dapat mengurangi pahala Melaksanakan sahurSebelum berpuasa, hendaklah kita melaksanakan sahur. Sahur memiliki manfaat sebagai cadangan tenaga dalam melakukan aktivitas sehari hari saat merupakan sunah pada bulan suci Ramadan. Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa terdapat banyak keberkahan dalam sahur."Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah." HR. Al-Bukhari dan MuslimItulah amalan- amalan di bulan Ramadan sesuai sunah rasul. Semoga dapat membantu detikers dalam meraih ridho dan rahmat Allah SWT di bulan yang suci ini. Simak Video "Catat! Ini Amalan Sunnah di Tahun Baru Islam" [GambasVideo 20detik] lus/lus
SiapaOrang yang membaca surat Al Fath di dalam shalat sunnahnya pada malam pertama di bulan Ramadhan, Allah SWT pelihara dirinya pada tahun itu Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah bagi kaum muslimin dan dalam riwayat dianjurkan untuk melakukan ibadah pada bulan ini. Amalan-amalan dan ibadah-ibadah pada bulan ini telah dinukilkan dalam berbagai riwayat. Sebagian amalan-amalan adalah amalan umum yang dilakukan pada semua hari-hari bulan Ramadhan dan sebagian lainnya adalah amalan khusus pada hari-hari tertentu. Jadwal Amalan-amalan Bulan Ramadhan Amalan-amalan Umum Membaca Alquran Sebaik-baik amalan pada malam dan siang hari di bulan Ramadhan adalah membaca Alquran. Meskipun membaca Alquran dalam semua waktu memiliki pahala, namun bulan Ramadhan, adalah musim semi bagi Alquran. [1] Pahala membaca satu ayat Alquran dalam bulan ini seperti membaca seluruh Alquran pada bulan-bulan selain bulan Ramadhan. [2] Salah satu tradisi kaum muslimin dalam bulan ini adalah membaca satu juz Alquran dalam setiap harinya sehingga akan mengkhatamkannya pada penghujung bulan Ramadhan. Amalan-amalan mustahab lain yang disebutkan dalam riwayat-riwayat dalam setiap harinya meliputi Amalan-amalan Umum Bulan Ramadhan Amalan-amalan Sahar Sebelum Sahur Membaca Doa Sahar Membaca Doa Abu Hamzah al-Tsumali Bacaan Doa Setiap Hari Membaca Doa اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِی أَنْزَلْتَ فِیهِ الْقُرآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَی عِبَادِك فِیهِ الصِّیامَ، اُرْزُقْنِی حَجَّ بَیتِك الْحَرَامِ فِی هَذَا الْعَامِ وَ فِی کلِّ عَامٍ، وَ اغْفِرْ لِی الذُّنُوبَ الْعِظَامَ فَإِنَّهُ لاَ یغْفِرُهَا غَیرُك یا ذَا الْجَلاَلِ وَ الْإِکرَامِ Membaca tasbih سُبْحانَ اللّهِ بارِئِ النَّسَمِ سُبْحانَ اللّهِ سُبْحانَ اللّٰهِ الْمُصَوِّرِ ، سُبْحانَ اللّٰهِ خالِقِ الْأَزْواجِ كُلِّها ، سُبْحانَ اللّٰهِ جاعِلِ الظُّلُماتِ وَالنُّورِ ، سُبْحانَ اللّٰهِ فالِقِ الْحَبِّ وَالنَّوىٰ ، سُبْحانَ اللّٰهِ خالِقِ كُلِّ شَىْءٍ ، سُبْحانَ اللّٰهِ خالِقِ مَا يُرىٰ وَمَا لَايُرىٰ ، سُبْحانَ اللّٰهِ مِدادَ كَلِماتِهِ ، سُبْحانَ اللّٰهِ رَبِّ الْعالَمِينَ ، سُبْحانَ اللّهِ السَّمِيعِ الَّذِى لَيْسَ شَىْءٌ أَسْمَعَ مِنْهُ ، يَسْمَعُ مِنْ فَوْقِ عَرْشِهِ مَا تَحْتَ سَبْعِ أَرَضِينَ ، وَيَسْمَعُ مَا فِى ظُلُماتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ، وَيَسْمَعُ الْأَنِينَ وَالشَّكْوىٰ ، وَيَسْمَعُ السِّرَّ وَأَخْفىٰ ، وَيَسْمَعُ وَساوِسَ الصُّدُورِ ، وَلَا يُصِمُّ سَمْعَهُ صَوْتٌ Membaca shalawatyang dibaca setiap hari di bulan Ramadhan Membaca seratus kali dzikir سُبْحانَ الضّآرِّ النّافِعِ سُبْحانَ الْقاضی بالْحَقِّ سُبْحانَ الْعَلِی الاْعْلی سُبْحانَهُ وَبِحَمْدِهِ سُبْحانَهُ وَتَعالی Bacaan Doa Usai Salat Setiap Hari Membaca doa یا عَلِی یا عَظیمُ یا غَفُورُ یا رحیمُ أنْتَ الرَّبُّ العظیمُ الَذی لیس کَمِثْلِهِ شَیءٌ و هُوَ السَّمیعُ الْبَصیرُ وَ هذا شَهْرٌ عَظَّمْتَهُ و کَرَّمْتَهُ و شَرَّفْتَهُ و فَضَّلْتَهُ عَلَی الشُّهُورِ و هُوَ الشَّهْرُ الَّذی فَرَضْتَ صِیامَهُ عَلَی و هُوَ شَهْرُ رَمَضانَ الَّذی أَنْزَلْتَ فِیهِ الْقُرانَ هُدی لِلنّاسِ و بَیناتٍ مِنَ الْهُدی و الْفُرْقانِ و جَعَلْتَ فیهِ لَیلَةَ الْقَدْرِ و جَعَلْتَها خَیرا من أَلْفِ شَهْرٍ فَیاذَ الْمَنِّ و لا یمَنُّ عَلَیك مُنَّ عَلَی بِفَکاك رَقَبَتی مِنَ النّارِ فیمَنْ تَمُنُّ عَلَیه وَ أَدْخِلْنی الْجَنَّة بِرَحْمتِك یا أرْحَم الرّاحِمِینَ Membaca doa اَللّهُمَّ اَدْخِلْ عَلی اَهْلِ الْقُبُورِ السُّرُورَ، اَللَّهُمَّ اَغْنِ کُلَّ فَقیرٍ، اَللّهُمَّ اَشْبِعْ کُلَّ جایعٍ اَللّهُمَّ اکْسُ کُلَّ عُرْیانٍ، اَللّهُمَّ اقْضِ دَینَ کُلِّ مَدینٍ، اَللّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ کُلِّ مَکْرُوبٍ اَللّهُمَّ رُدَّ کُلَّ غَریبٍ، اَللّهُمَّ فُك کُلَّ اَسیرٍ، اَللّهُمَّ اَصْلِحْ کُلَّ فاسِدٍ مِنْ اُمُورِ الْمُسْلِمینَ اَللّهُمَّ اشْفِ کُلَّ مَریضٍ، اَللّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنا بِغِناك، اَللّهُمَ غَیرْ سُوءَ حالِنا بِحُسْنِ حالك اَللّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّینَ، وَاَغْنِنا مِنَ الْفَقْرِ، اِنَّك عَلی کُلِّ شَیءٍ قَدیرٌ Setelah itu membaca اَللّهُمَّ ارْزُقْنی حَجَّ بَیتِك الْحَرامِ فِی عامی هذا وَفی کلِّ عامٍ ما اَبْقَیتَنی فی یسْرٍ مِنْك وَعافِیةٍ، وَسَعَةِ رِزْقٍ، وَلا تُخْلِنی مِنْ تِلْك الْمواقِفِ الْکریمَةِ، وَالْمَشاهِدِ الشَّریفَةِ، وَزِیارَةِ قَبْرِ نَبِیك صَلَواتُك عَلَیهِ وَآلِهِ، وَفی جَمیعِ حَوائِجِ الدُّنْیا وَالاَْخِرَةِ فَکنْ لی، اَللّهُمَّ اِنّی اَساَلُك فیما تَقْضی وَتُقَدِّرُ مِنَ الاََمْرِ الَْمحْتُومِ فی لَیلَةِ الْقَدْرِ، مِنَ الْقَضاءِ الَّذی لا یرَدُّ وَلا یبَدَّلُ، اَنْ تَکتُبَنی مِنْ حُجّاجِ بَیتِك الْحَرامِ، الْمَبْرُورِ حَجُّهُمْ، الْمَشْکورِ سَعْیهُمْ، الْمَغْفُورِ ذُنُوبُهُمْ، الْمُکفَّرِ عَنْهُمْ سَیئاتُهُمْ، واجْعَلْ فیما تَقْضی وَتُقَدِّرُ، اَنْ تُطیلَ عُمْری، وَتُوَسِّعَ عَلَی رِزْقی، وَتُؤدِّی عَنّی اَمانَتی وَدَینی آمینَ رَبَّ الْعالَمین Bacaan Doa Saat Berbuka Puasa ifthar Berbuka puasa dengan kurma Memberi ifthar dan sedekah kepada orang lain Membaca doa اَللّهُمَّ لَك صُمْتُ وَعَلی رِزْقِك اَفْطَرْتُ وَعَلَیك تَوَکلْتُ. بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ لَك صُمْنَا وَ عَلَی رِزْقِك أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ [فَتَقَبَّلْهُ] مِنَّا إِنَّك أَنْتَ السَّمِیعُ الْعَلِیمُ Saat menelan suapan pertama pertama membaca بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِیمِ یا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اغْفِرْ لي Amalan-amalan Setiap Malam Membaca doa Iftitah Membaca surah Ad-Dukhan seratus kali Melakukan salat dua rakaat; pada setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlash tiga kali dan setelah salam membaca سُبْحانَ مَنْ هُوَ حَفیظٌ لا یغْفُلُ سُبحانَ مَنْ هُوَ رَحیمٌ لا یعْجَلُ سُبْحانَ مَنْ هُوَ قاَّئِمٌ لا یسْهُو سُبْحانَ مَنْ هُوَ دائِمٌ لا یلْهُو سُبْحانَك سُبْحانَك سُبْحانَك یا عَظیمُ اغْفِرْ لِی الذَّنْبَ الْعَظیمَ Membaca doa اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَى عِبَادِكَ فِيهِ الصِّيَامَ ارْزُقْنِي حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِي هَذَا الْعَامِ وَ فِي كُلِّ عَامٍ وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوبَ الْعِظَامَ فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَ الْإِكْرَامِ Membaca doa اللَّهُمَّ بِرَحْمَتِك فِی الصَّالِحِینَ فَأَدْخِلْنَا وَ فِی عِلِّیینَ فَارْفَعْنَا وَ بِکأْسٍ مِنْ مَعِینٍ مِنْ عَینٍ سَلْسَبِیلٍ فَاسْقِنَا وَ مِنَ الْحُورِ الْعِینِ بِرَحْمَتِك فَزَوِّجْنَا وَ مِنَ الْوِلْدَانِ الْمُخَلَّدِینَ کأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَکنُونٌ فَأَخْدِمْنَا وَ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَ لُحُومِ الطَّیرِ فَأَطْعِمْنَا وَ مِنْ ثِیابِ السُّنْدُسِ وَ الْحَرِیرِ وَ الْإِسْتَبْرَقِ فَأَلْبِسْنَا وَ لَیلَةَ الْقَدْرِ وَ حَجَّ بَیتِك الْحَرَامِ وَ قَتْلا فِی سَبِیلِك فَوَفِّقْ لَنَا وَ صَالِحَ الدُّعَاءِ وَ الْمَسْأَلَةِ فَاسْتَجِبْ لَنَا [یا خَالِقَنَا اسْمَعْ وَ اسْتَجِبْ لَنَا] وَ إِذَا جَمَعْتَ الْأَوَّلِینَ وَ الْآخِرِینَ یوْمَ الْقِیامَةِ فَارْحَمْنَا وَ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ فَاکتُبْ لَنَا وَ فِی جَهَنَّمَ فَلا تَغُلَّنَا وَ فِی عَذَابِک وَ هَوَانِك فَلا تَبْتَلِنَا وَ مِنَ الزَّقُّومِ وَ الضَّرِیعِ فَلا تُطْعِمْنَا وَ مَعَ الشَّیاطِینِ فَلا تَجْعَلْنَا وَ فِی النَّارِ عَلَی وُجُوهِنَا فَلا تَکبُبْنَا [تَکبَّنَا] وَ مِنْ ثِیابِ النَّارِ وَ سَرَابِیلِ الْقَطِرَانِ فَلا تُلْبِسْنَا وَ مِنْ کلِّ سُوءٍ یا لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ فَنَجِّنَا Memberi Ifthar Salah satu tradisi-tradisi kaum muslimin adalah memberi ifthar kepada orang-orang yang berpuasa. Pahala memberi ifthar lebih banyak dari pada pahala puasa tuan rumah itu sendiri. [3] Dan yang lebih menarik, memenuhi undangan ifthar lebih baik dari pada 70 hari puasa tamu itu sendiri. [4] Biasanya, dengan mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad saw, kaum muslimin akan berbuka puasa dengan kurma. Amalan-amalan Khusus Jadwal Amalan Khusus Bulan Ramadhan Amalan-amalan Khusus Bulan Ramadhan Malam Pertama Membaca doa melihat hilal, yaitu doa ke-43 Shahifah Sajjadiyah dan doa رَبّی وَرَبُّك اللّهُ رَبُّ الْعالَمینَ اَللّهُمَّ اَهِلَّهُ عَلَینا بِالاْمْنِ... Membaca doa ke-44 Shahifah Sajjadiyah. Mandi. Ziarah Imam Husain as. Membaca doa اَللّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضانَ مُنَزِّلَ الْقُرْآنِ هذا شَهْرُ رَمَضانَ... Membaca doa Jausyan Kabir Hari Pertama Mandi Memberi sedekah Menunaikan salat dua rakaat, pada rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan surah Al-Fath, dan pada rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan setiap surah yang dikehendaki. Membaca doa setelah terbit fajar اَللّهُمَّ قَدْ حَضَرَ شَهْرُ رَمَضانَ وَقَدِ افْتَرَضْتَ عَلَینا صِیامَهُ وَاَنْزَلْتَ فیهِ الْقُرآنَ هُدی لِلنّاسِ وَبَیناتٍ مِنَ الْهُدی وَالْفُرْقانِ اَللّهُمَّ اَعِنّا عَلی صِیامِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنّا وَتَسَلَّمْهُ مِنّا وَسَلِّمْهُ لَنا فی یسْرٍ مِنَك وَعافِیةٍ اِنَّك عَلی کلِّشَیءٍ قَدیرٌ. Malam Ketiga Belas Malam pertama dari Ayyamul Bidh Mandi Menunaikan salat empat rakaat, pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan dua puluh lima kali surah Al-Ikhlash. Menunaikan salat dua rakaat, pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca Yasin dan Al-Mulk Malam Keempat Belas Melakukan salat empat rakaar, pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca ssurah Yasin, Al-Mulk dan Al-Ikhlas Malam Kelima Belas Mandi Ziarah Imam Husain as Melakukan salat seratus rakaat, pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca surah Al-Ikhlas 10 kali. Melakukan salat enam rakaat, pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca surah Yasin, Al-Mulk dan Al-Ikhlash Malam Laitul Qadr Malam Lailatul Qadr adalah malam yang paling penting dan utama di kalangan kaum muslimin dan memiliki amalan-amalan yang banyak. Malam ini menurut Syiah adalah salah satu dari tiga malam 19, 21 dan 23. Namun Ahlusunnah pada umummnya meyakini malam ke-27 adalah malam Lailatul Qadr. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai amalan-amalan malam Lailatul Qadr silakan klik Amalan-Amalam Lailatul Qadr Sepuluh Malam terakhir Sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan memiliki ibadah yang lebih khusus lagi dan Nabi saw pada sepuluh terakhir ini melakukan i'tikaf di Masjid Nabawi.[catatan 1] Malam Terakhir Mandi Ziarah Imam Husain as Membaca surah Al-An'am, Al-Kahf dan Yasin. Membaca 100 kali اَسْتَغْفِرُ اللّهَ وَاَتُوبُ اِلَیهِ. Membaca doa اَللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِی أَنْزَلْتَ فِیهِ الْقُرْآنَ وَ قَدْ تَصَرَّمَ وَ أَعُوذُ بِوَجْهِك الْکرِیمِ یا رَبِّ أَنْ یطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَیلَتِی هَذِهِ أَوْ یتَصَرَّمَ شَهْرُ رَمَضَانَ وَ لَك قِبَلِی تَبِعَةٌ أَوْ ذَنْبٌ تُرِیدُ أَنْ تُعَذِّبَنِی بِهِ یوْمَ أَلْقَاك. Membaca doa perpisahan yaitu doa ke-45 Shahifah Sajjadiyah. Membaca doa اللَّهُمَّ لا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِیامِی لِشَهْرِ رَمَضَانَ وَ أَعُوذُ بِك أَنْ یطْلُعَ فَجْرُ هَذِهِ اللَّیلَةِ إِلا وَ قَدْ غَفَرْتَ لِی. Hari Terakhir Membaca doa اَللّهُمَّ اشْرَحْ بِالْقُرْانِ صَدْری لِسانی وَاَعِنّی عَلَیهِ ما اَبْقَیتَنی فَاِنَّهُ لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ اِلاّ بِك. Membaca doa اَللّهُمَّ اِنِّی اَسْئَلُك اِخْباتَ الْمُخْبِتینَ وَاِخْلاصَ الْمُوقِنینَ وَمُرافَقَةَ الاْبْرارِ وَاسْتِحْقاقَ حَقائِقِ الاْ یمانِ وَالْغَنیمَةَ مِنْ کلِّ بِرٍّ وَالسَّلامَةَ مِنْ کلِّ اِثْمٍ وَوُجُوبَ رَحْمَتِك وَعَزآئِمَ مَغْفِرَتِك وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجاةَ مِنَ النّارِ. Doa-doa Singkat Setiap Hari Bulan Ramadhan Salah satu acara harian yang berkembang diantara kaum Syiah adalah membaca doa singkat sesuai dengan nukilan setiap harinya dan biasanya dibaca setelah salat. Salat-salat pada Bulan Ramadhan Dalam bulan Ramadhan, disamping harus melakukan salat-salat wajib juga dianjurkan untuk melakukan salat-salat nafilah dan salat malam. Dalam bulan Ramadhan juga memiliki salat-salat khusus yang banyak. Sebagian salat-salat ini dikerjakan pada setiap malam hari dan sebagian lainnya khusus dilakukan pada malam atau siang hari. Lailatul Qadar juga memiliki shalat-shalat khusus. Berpisah dengan Bulan Ramadhan Berpisah dengan bulan Ramadhan adalah perkara yang menyedihkan dan membuat kaum muslimin menjadi sedih karena bulan bertamu kepada Allah swt telah berakhir. Terdapat doa dari Imam Sajjad as ketika berpisah dengan bulan Ramadhan. Silakan lihat Doa Perpisahan Bulan Ramadhan. Imam Sajjad as ketika berpisah dengan bulan Ramadhan menyampaikan pujian bahwa bulan ini adalah bulan yang paling utama. Beliau menilai bahwa bulan ini adalah waktu-waktu yang paling diberkati dan sangat berharga serta memiliki kedudukan khusus. Dari Imam Shadiq as juga dinukilkan doa perpisahan bulan Ramadhan. Silahkan lihat Doa Perpisahan Bulan Ramadhan. Terjemahan Sebagian Doa di Atas Wahai yang Maha Tinggi! Wahai yang Maha Agung! Wahai Maha Pengampun! Wahai Maha Pengasih! Engkaulah Tuhan Maha Agung! Tak sesuatu pun serupa dengan-Mu! Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui! Bulan ini adalah bulan yang Engkau agungkan, Engkau muliakan, dan Engkau utamakan melebihi bulan-bulan yang lain! Engkau wajibkan kami berpuasa di bulan ini! Bulan ini adalah bulan Ramadhan, Engkau turunkan Alquran di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas siapa yang memberi petunjuk, pemisah hak dan batil! Engkau tentukan malam al-Qadar di bulan ini, kemudian Engkau jadikan ia lebih baik dari seribu bulan! Wahai Pemilik anugerah yang tak pernah diberi anugerah! Selamatkan aku dari api neraka bersama orang-orang yang Engkau selamatkan! Masukkanlah aku ke surga demi rahmat-Mu, wahai yang lebih Pengasih dari para pengasih! Ya Allah, bahagiakanlah para penghuni kubur! Ya Allah, penuhilah kebutuhan setiap orang fakir! Ya Allah, kenyangkanlah orang-orang yang kelaparan! Ya Allah, berilah pakaian orang-orang yang telanjang! Ya Allah, lunasilah utang orang-orang yang berutang! Ya Allah, bahagiakanlah orang-orang yang susah! Ya Allah, kembalikanlah orang-orang orang yang diasingkan! Ya Allah, bebaskanlah orang-orang yang ditawan! Ya Allah, perbaikilah setiap urusan Muslimin yang rusak! Ya Allah, sembuhkanlah orang-orang yang sakit. Ya Allah, tutupilah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu! Ya Allah, ubahlah kondisi buruk kami dengan kebaikan-Mu! Ya Allah, lunasi lah utang kami dan cukupkanlah kefakiran kami! Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu! Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kemampuan untuk melaksanakan haji ke rumah mulia-Mu di tahun ini, di setiap tahun selama Engkau memberi kemudahan, kesehatan dan kelapangan rezeki dalam hidupku! Jangan Engkau halangi aku untuk menziarahi kubur Nabi-Mu, tempat-tempat dan makam-makam mulia di sana! Semoga shalawat-Mu selalu terlimpahkan kepada dia Muhammad dan keluarganya! Bantulah aku agar bisa memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat! Ya Allah, aku memohon ketentuan pasti-Mu di malam lailatul qadar, qadha yang tidak dapat ditolak dan diubah! Catatlah aku sebagai bagian dari para peziarah rumah suci-Mu dengan haji yang mabrur, dengan sa'i yang masykur, dan dosa-dosa yang terampuni! Catatlah itu sebagai ketentuan dan kepastian-Mu! Panjangkanlah umurku untuk menaati-Mu! Lapangkanlah rezekiku! Tunaikanlah amanah dan utang-utangku! Amin,Rabbal Alamin. Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dan hanya kepada-Mu aku bertawakal. Dengan nama Allah. Ya Allah, hanya untuk-Mu kami berpuasa dan hanya dengan rezeki-Mu kami berbuka puasa. Maka, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku. Ya Allah, demi rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang saleh masukkanlah kami, di dalam surga 'illiyyin angkatlah derajat kami, dari mata air Salsabil berikanlah kami minum, dengan Hurul 'Ain-dengan rahmat-Mu nikahkanlah kami, dari budak-budak abadi surga yang gemerlapan bak mutiara tersimpan berikanlah kami pembantu, dari buah-buahan surga dan daging-daging burung berilah makan kami, dari kain-kain sutra berilah kami pakaian, lailatul qadar, haji ke Rumah-Mu yang suci, dan terbunuh di jalan-Mu berikan kami taufik untuk menggapainya, dan kabulkanlah doa dan permohonan kami yang layak, wahai Pencipta kami, dengarkanlah dan kabulkanlah, jika Engkau mengumpulkan seluruh umat manusia dari awal hingga akhir pada hari Kiamat, kasihanilah kami, kebebasan dari api neraka tuliskanlah untuk kami, di dalam jeratan jahanam jangan Kau belenggu kami, ke dalam siksa dan penghinaan-Mu jangan Kau jerumuskan kami, dari buah Zaqqum dan buah-buahan pahit jangan Kau beri kami makan, bersama setan jangan Kau jadikan kami, ke dalam neraka jangan sungkurkan kami, dari pakaian-pakaian neraka dan baju-baju lusuh berdaki penduduk neraka jangan Kau pakaikan kepada kami, dan dari segala keburukan wahai Yang tiada tuhan selain Engkau demi Laa Ilaaha Illallah selamatkanlah kami. Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan Rasulullah saw beri'tikaf di masjid, mengencangkan ikat pinggang dan melipat tikar. [5] Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan Alquran di dalamnya, dan sekarang sedang kami lalui. Aku berlindung dari dzat mulia-Mu dari terbitnya fajar atau bulan Ramadhan berlalu begitu saja, dan aku tidak membawa pahala ke hadapanku, bahkan dosa yang aku bawa sehingga Engkau akan mengazabku pada hari pertemuan kelak. Tuhanku, janganlah jadikan akhir puasa bagiku dan aku berlindung dari-Mu dari terbitnya fajar malam ini kecuali Engkau ampuni aku. Catatan Kaki ↑ Abu Ja'far as bersabda لکل شیء ربیع و ربیع القرآن شهر رمضان Setiap sesuatu terdapat musim semi, musim semi Alquran adalah bulan Ramadhan. Wasāil al-Syiah, jld. 6, hal. 203. ↑ Rasulullah saw bersabda من تلا فیه آیة من القرآن کان له مثل اجر من ختم القرآن فی غیره من الشهور. Apabila seseorang pada bulan ini bulan Ramadhan membaca satu ayat Alquran, pahalanya seperti orang yang mengkatamkan Alquran pada selain bulan Ramadhan. Amāli, Syaikh Shaduq, hlm. 95. Imam Ridha as bersabda من قرأ فی شهر رمضان ایة من کتاب الله کان کمن ختم القران فی غیره من الشهور Barang siapa yang membaca satu ayat Alquran pada bulan Ramdhan, maka seolah-olah ia telah menamatkan Alquran pada selain bulan Ramadhan. Bihār al-Anwār, jld 93, hlm. 341. Nabi Muhammad saw bersabda أکثِروا فیهِ شَهرِ رَمَضانَ مِن تِلاوَةِ القُرآنِ. Perbanyaklah membaca Alquran pada bulan Ramadhan. Fadhāil al-Asyhur al-Tsalatsah, hlm. 95. ↑ Imam Musa Kadzim as bersabdaفِطرُك أخاك الصّائِمَ أفضَلُ مِن صِیامك Memberi ifthar kepada saudaranya yang berpuasa lebih baik dari pada puasa yang kalian kerjakan sendiri.Kulaini, Kafi, jld. 4, hlm. 68 ↑ Imam Shadiq as bersabda إفطارُك فی مَنزِلِ أخیك المُسلِمِ أفضَلُ مِن صِیامِك سَبعِینَ ضِعفاً Berbuka puasa yang kalian lakukan di rumah saudaramu yang muslim lebih baik dari pada 70 kali puasa yang kalian lakukan. Barqi, al-Mahasin, jld. 2, hlm. 411 ↑ Kafi, jil. 4, hal. 175 ↑ کانَ رَسُولُ اللَّهِ صإِذَا کانَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ اعْتَکفَ فِی الْمَسْجِدِ وَ ضُرِبَتْ لَهُ قُبَّةٌ مِنْ شَعْرٍ وَ شَمَّرَ الْمِئْزَرَ وَ طَوَی فِرَاشَه. کافی ج۴ ص۱۷۵ Daftar Pustaka Barqi, Ahmad bin Muhammad Khalid. Al-Mahasin. Qom Dar al-Kutub al-Islamiyah, cet. II, 1371 H. Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Tehran Dar al-Kutub al-Islamiyah, cet. IV, 1407 H. Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cet. II, 1403 H. Syaikh Hur Amili, Muhammad bin Hasan. Wasail al-Syiah. Qom Muassasah Al al-Bait, 1409 H. Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Amali. Tehran Kitabci, cet. VI, 1376 HS. vte Marhaban Ya RamadhanIbadah-ibadahAmalan-Amalan Puasa • Khataman Alquran • Ihya • Iktikaf • Salat Malam • Salat-salat di Bulan Ramadhan • Mandi • Shadaqah • Doa Ziarah Imam Husain asDoa-doa dan Munajat Doa-Doa Harian Bulan Ramadhan • Doa Iftitah • Doa Sahar • Doa Abu Hamzah al-Tsumali • Doa Mujir • Doa Jausyan Kabir • Doa Wida' • Istigfar • ShalawatSubyek-subyek Terkait Yaumul Syak • Hukum puasa bagi musafir • Ifthar • Sahur • Salat Jama'ah • Lailatul Qadar • Hari Quds • Salat Lailatul QadarPeristiwa-peristiwa Wahyu Quran • Perang Badar • Perang Bani Musthaliq • Pembukaan Kota Mekah • Mi'raj Nabi Muhammad Saw • Perang Tabuk • Perang HunainIdul Fitri Penampakan Bulan • Zakat Fitrah • Salat Id • Doa al-Nudbah • Doa Ziarah Imam Husain as • Khutbah Sya'baniyah YsCba7.
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/986
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/135
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/73
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/216
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/2
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/195
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/236
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/13
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/985
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/900
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/64
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/19
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/322
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/260
  • 7lsuzq30fv.pages.dev/442
  • amalan malam pertama bulan ramadhan