Banyak amalan yang bisa digunakan dengan bahasa arab, kebanyakan yang di ambil dari potongan-potongan bacaan surat dari kitab suci Al Qur'an, terkadang ada juga yang memang khusus teruntukan keselamatan seperti Hizib dan lain hanya Ilmu Jawa atau juga dalam bahasa daerah yang memiliki ilmu yang mampu melemahkan besi agar bisa Kebal Bacok, Anti Cukur, Tahan Iris, Ora Medas Bedil sekalipun di lempar dengan Geranat orang masih bisa selamat. Amalan Kaf, Haa, Yaa, Ain, Sin, Kof juga bisa di gunakan untuk melemahkan besi hingga mematahkanya menjadi dua bagian, akan tetapi Anda harus tau cara untuk mengunakanya dan proses untuk Tata Cara Melemahkan dan Mematahkan BesiHal yang pertama Anda lakukan adalah hafalkan terlebih dahulu bacaannya yang terbagi menjadi 6 di jari kanan dan 5 di jari kiri, saat membacanya harus di ikuti dengan goyangan tangan, berikut tata caranyaTangan KananDi Mulai dari jari Jempol dan berakhir di jari Jempol1. Kaf2. Haa3. Yaa4. Ain5. Sin6. KofTangan KiriDimulai dari jari Jempol dan berakhir di jari Kelingking1. Kaf2. Haa3. Yaa4. Ain5. Anda menghafalkan bacaan diatas, lanjutkan dengan mengamalkanya yaitu membaca bacaan diatas setiap habis sholat fardhu 5 waktu, dan ingat setiap membaca jari tangan Anda harus di gerakan, dan mengunakan amalan ini tidaklah boleh sombong dan takabur harus bisa menyimpan ilmu sebagai tameng cara mengunakanya, saat Anda dalam keadaan terpaksa maka bacalah amalan diatas, lalu genggam bagian besi bisa parang atau pedang lalu pasrahkan diri Anda kepada Allah SWT dan hentakan.
Teknik meremuk/mematahkan/menghancurkan benda/objek keras hanya merupakan salah satu bagian kecil dari Latihan Seni Beladiri, dimana dalam teknik ini sebenarnya merupakan peragaan kecepatan dan tenaga yang dapat dicapai oleh tubuh lewat serangkaian proses latihan yang panjang dan melelahkan. Seorang praktisi Seni Beladiri harus mampu memusatkan dan membangkitkan segala kekuatannya terhadap objek yang akan diremukkannya. Bila muncul keraguan dalam dirinya akan kemampuan meremukkan benda tersebut, bahkan sebelum dia melakukan pukulan, maka keraguan yang muncul tersebut mau tidak mau, suka tidak suka akan mengurangi kekuatannya dalam memukul, dan kalau sudah begitu tentunya objek yang akan dijadikan sasaran memukul pastinya tidak akan remuk. Pada prinsipnya bisa tidaknya objek tersebut remuk atau hancur, itu tergantung dari pemusatan dari pikiran kita. Takut akan sakit biasanya membuat siswa ragu-ragu, dan dengan demikian mengurangi tenaga dan kecepatannya. Siswa harus dapat membangkitkan dan mengembangkan kepercayaan diri sendiri dan mampu mengatasi ketakutan psikologis tersebut. Ia harus menyadari bahwa ia harus mempertaruhkan tenaga dan mental yang amat besar , kebulatan tekad dan latihan pemusatan yang dinamis yang merupakan kunci dari latihan-latihan meremukkan atau mematahkan benda-benda keras. Untuk meremukkan atau mematahkanbenda-benda keras , diperlukan prinsip-prinsip sebagai berikut Ambil posisi pada jarak yang layak, dan sikap yang menjamin keseimbangan untuk maksud yang satu ini. biasanya sikal L atau sikap tegap fixed, dan sikap jalan pada awal gerak memukul. Sikap-sikap ini dipakai bila ingin menghancurkan dengan tangan. Pusatkan dan bangkitkan segala tenaga pada waktu mengenai sasaran, dipusatkan pada suatu titik diluar objek yang akan diremuk. Jangan membidik dan memukul pada permukaan objek. Pusatkan, bidik , dan pukul pada titik pusat dari objek. Dalam teknik-teknik meremuk pinggang dikoordinasikan, untuk memungkinkan terputarnya badan lengan sepenuhnya ke arah objek. Punggung lurus, tumit-tumit dipijakkan dengan kuat. Keluarkan nafas kuat-kuat pada waktu mengenai sasaran. Tegangkan bagian yang memukul dan perut pada waktu mengenai sasaran. Pada teknik meremuk dengan kaki, badan diikut sertakan ke arah objek, dan mamfaatkan sebesar-besarnya daya pegas dari lutut yang tidak menendang. Tegangkan bagian pemukul dari kaki yang menendang pada waktu mengenai sasaran, dan jaga agar kaki itu terentang lurus. Arahkan pemusatan pikiran untuk meremuk pikiran lebih utama dari pada tubuh. Membidik dan meluncurkan pukulan tepat ke titik tengah sasaran Objek dengan kekuatan dan kecepatan yang Maksimal adalah kunci suskses untuk meremukkan sebuh objek Gunakan bagian ujung dari tangan bagian ujung tangan adalah bagian yang bersentuhan langsung dengan objek untuk memukul objek, semakin kecil dan lancip ujung tangan yang akan digunakan untuk memukul, semakin mudah untuk meremukkan objek Cara atau Teknik Meningkatkan Kekuatan Power Pukulan atau Tendangan ketika melakukan peremukan benda keras Memamfaatkan gaya gravitasi bumi, contoh seumpama ada orang mempunyai berat badan 154 lbs 70 kgs berdiri dengan satu kaki, maka bumi menerima tekanan sebesar 154 lbs 70 kgs. juga, tetapi jika orang yang mempunyai berat badan 154 lbs 70 kgs meloncat ke udara dan salah satu kakinya mendarat mengenai/menekan bumi, maka tekanan yang diterima oleh bumi menjadi lebih besar dari 154 lbs 70 kgs.. Dalam hubungannya dengan peremukan benda keras, kekuatan gaya grafitasi bumi dapat dipadukan dengan teknik cara memukul yang benar, tenaga dan kecepatan sehingga menimbulkan efek damage yang sangat besar bagi objek/benda keras yang akan dihancurkan tersebut. Melakukan pukulan dengan posisi yang benar atau lurus ke titik tengan objek. Indikator lurusnya pukulan kita untuk mengenai objek adalah dengan melihat sudut dari ujung tangan kita dengan permukaan objek tersebut yang membentuk sudut 90 derajat, sebagaimana yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini. Metode yang Dipakai untuk Memposisikan Objek/Benda Keras yang akan Dipukul yaitu Pada metode pertama, adalah metode yang lazim digunakan para praktisi Beladiri untuk melakukan peremukan benda keras, tetapi metode ini sangat sulit untuk di remukkan dibandingkan dengan dua metode lainnya diatas, karena objek tertumpu dengan seimbang oleh kedua kakinya, yang mana dalam posisi ini kekuatan dan ketahanan objek terhadap benturan dari atas semakin kokoh. Dalam posisi seperti ini praktisi Beladiri harus mengeluarkan kekuatan yang lebih ekstra untuk meremukkannya tepat di titik tengah objek tersebut. Pada metode kedua, sebenarnya lebih/paling gampang dari metode pertama dan ketiga sebab objek miring dan dalam posisi yang tidak kokoh hanya bertumpu pada sebelah tangan praktisi Beladiri. Praktisi Beladiri dapat lebih mudah untuk meremukkan benda keras dengan metode posisi objek seperti ini. Pada metode Ketiga, sekilas terlihat lebih sulit dari pada metode kedua, tetapi jika dilihat lebih teliti sebenarnya ujung besi yang digunakan untuk jadi tumpuan balok batu bata objek dapat dijadikan alat untuk membantu praktisi Beladiri dalam proses peremukan objek. Secara teoritis objek dengan permukaan yang lebih tipis dan lebih lebar dapat lebih mudah untuk dihancurkan diolah dan disusun oleh Karate Harmony dari berbagai sumber.Waktubagaikan pedang, jika kita tidak mematahkannya maka ia akan mematahkan/memotong kita; Benda-Benda Produktif: 85 gr Emas: 2.50% Bukannya obat penenang, minuman keras atau exstasi yang menjadikan kita lepas dari maslah, tapi hanya petunjukNyalah yang akan menunjukkan kita kepada solusi terbaik dalam segala urusan dan
Pembuktiandi luar konteks persidangan, adalah medan yang lebih panas untuk mematahkan perbandingan dan persaingan. Mereka yang termotivasi, akan memetakan sumber daya untuk mengungguli secara rasional. Mereka yang panas hati, akan terbirit-birit menghilangkan jati diri dan mengumpankan segala hal. ===== Ada jeda, Saudara.
Amalanini nampaknya memang sederhana, tetapi khasiatnya sangat luar biasa. Amalan ini sangat penting untuk mereka yang sering bergelut dengan dunia kekerasan. AJI WA LAQAD - Amalan Wa Laqad yang diambil dari surat saba' ayat 10 mmpunyai khasiat yang mengagumkan yaitu Untuk ajian dan Untuk kesaktian yang dapat membengkokkan besi atau
Berjihaddengan harta benda untuk amal kebaikan yang bermanfaat bagi umat dan agama. (semangat) orang-orang beriman (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak (mematahkan) serangan orang-orang yang kafir itu. Allah sangat besar kekuatan(-Nya) dan sangat keras siksaan(-Nya) TAFSIR IBNU KATSIR 1. Ayat diatas memerintahkan hamba dan
Untukmemahami Al Qur’an dan Hadits tidak cukup dengan arti bahasa saja dan apalagi hanya berbekal makna dzahir saja. Oleh karena Hadits dan “bacaan Al Qur’an dalam bahasa Arab” (QS Fush shilat [41]:3) maka diperlukan kompetensi menguasai ilmu-ilmu yang terkait bahasa Arab atau ilmu tata bahasa Arab atau ilmu alat seperti nahwu, sharaf, balaghah (ma’ani, bayan dan
yLJLET.